Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Desember 2025

Wanita-Wanita Pezina Berdarah Asia yang Dihukum Mati di Batavia

 

Stadspoort, Batavia. Foto sekitar 1900-1910.

Hukuman Kejam bagi Perempuan Pezina di Batavia

Kasus perzinaan bukanlah hal baru di Batavia pada masa kolonial Belanda. Namun, perbuatan tersebut dianggap sebagai kejahatan berat yang melanggar moral, ketertiban, dan norma agama. Para pelakunya tidak dibiarkan bebas, melainkan dijatuhi hukuman yang sangat kejam dan mengerikan.


Pemerintah kolonial Belanda berupaya keras menciptakan citra Batavia sebagai kota yang tertib dan bermoral. Mereka ingin menghapus praktik gelandangan, kecabulan, dan perilaku yang dianggap menyimpang. Karena itu, siapa pun yang terbukti melakukan perzinaan—terutama perempuan—akan menerima hukuman berat sebagai contoh bagi warga lainnya.

Tragedi Sara, Gadis di Bawah Umur

Salah satu kisah paling tragis adalah nasib seorang gadis bernama Sara. Kisah ini dicatat oleh Zaenuddin HM dalam buku Kisah-Kisah Edan Seputar Djakarta Tempo Doeloe.


Sara adalah putri Jaques Speax, anggota Dewan Hindia Belanda. Ia merupakan anak hasil hubungan Speax dengan seorang perempuan Jepang. Ketika Speax dipanggil kembali ke Belanda, Sara dititipkan kepada Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, yang saat itu memimpin Batavia.

Sara, yang baru berusia 13 tahun, dipekerjakan sebagai salah satu dayang istri Coen, Eva. Namun, ia kemudian tertangkap basah sedang berzina dengan kekasihnya, Cottenhoeff, seorang perwira muda berusia 17 tahun, di rumah Coen sendiri.


Akibat peristiwa itu, Cottenhoeff dijatuhi hukuman pancung. Sementara Sara—yang masih di bawah umur—mengalami hukuman yang tak kalah kejam. Ia ditelanjangi dan dipertontonkan di depan umum di pintu masuk Balai Kota Batavia.


Coen murka atas perbuatan tersebut. Ia menolak memberikan pengampunan meskipun para pendeta memintanya untuk bersikap lebih lunak. Sara akhirnya diadili dan dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung.


Ironisnya, ketika Jaques Speax kelak menggantikan posisi Coen sebagai penguasa, ia menolak menghadiri kebaktian gereja bersama para hakim yang pernah mengadili dan mengeksekusi putrinya sendiri.


Minggu, 24 November 2024

Cara Membangun Bisnis yang Tangguh dan Kuat

  بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Kita belajar online bareng Tumbu.co.id  yuk : 

https://tumbu.co.id/video/121/15458/cara-membangun-bisnis-yang-tangguh

https://tumbu.co.id/course/44/15458/cara-memulai-bisnis-yang-menguntungkan

https://tumbu.co.id/video/122/15458/mengenal-cara-pencatatan-keuangan-secara-digital

https://tumbu.co.id/video/205/15458/cara-memulai-bisnis-warung-sembako

https://tumbu.co.id/video/156/15458/memisahkan-keuangan-pribadi-dari-keuangan-bisnis

Value proposition / kelebihan video pembelajaran Tumbu :

1. hanya 5 sd 12 mnt aja 

2. tambah pinter

3. gratis

4. penjelasan jelas, singkat padat

5. bisa diterapkan langsung 

 

Yuk bisa yuk 

Semoga bermanfaat dan berkah


@sorotan  SEMUA ORANG

Jumat, 25 Maret 2022

Keunikan pembalap MotorGp selama di Mandalika - Lombok Indonesia

Kegiatan Pembalap MotorGp selama di Mandalika, Lombok - Indonesia tentunya selsain Balapan beradu kenceng :) 

 


Diantaranya adalah :





Raul Fernandez menjadi pembalap yang mengikuti jejak langkah rivalnya Alex Rin. Dia berendam dalam ember, sedang Rins beredam dalam bak sampah. Ini fakta menariknya.




Maverick Vinales latihan fisik di pantai sebelum tes pramusim MotoGP 2022 di sirkuit Mandalika.


Alex marquez jalan-jalan menuju bukit Seger, Lombok


Pol Espargaro mengaku jatuh cinta dengan Mandalika


Aleix Espargaro menjaga kebugaran fisik dengan rutinitas sepeda sekaligus jelajah Mandalika


Juara dunia MotoGP 2021 Fabio Quartararo saat membeli kartu SIM di konter masyarakat lokal Kuta Mandalika


Alex Rins puji keindahan Lombok




Foto-Foto Lain Kegiatan Pembawap MotorGP - Mandalika Indonesia :




Foto Unik Lainnya Fuel dan Fruit


Potret yang lain, rekan setim dari Maverick Vinales ini juga membagikan foto anak sekolah dasar berseragam merah putih tengah pulang sekolah, "Back from School", begitu keterangan dari Espargaro.




By. Berbagai Sumber







Beberapa Kegiatan Pawang Hujan di Sirkuit Mandalika Lombok


Siapa nama pawang hujan Mandalika?

Nama Pawang hujan di Sirkuit Mandalika pada ajang MotoGP Mandalika - Lombok adalah Raden Roro Istiati Wulandari alias Rara.

alasan tidak memakai alas kaki atau nyeker saat melakukan ritual di pitlane Sirkuit Mandalika pada ajang MotoGP Mandalika, Minggu (20/3)


Pawang hujan di Mandalika apakah berhasil?

Walhasil setelah 15 menit ritual, Rara dinyatakan berhasil menghentikan hujan dan MotoGP Mandalika berhasil diselenggarakan. 

Sebagai catatan, Rara pernah menjadi pawang hujan acara Opening Asian Games 2018.

Berapa gaji pawang hujan Mandalika?

Selama gelaran event MotoGP Indonesia 2022 di sirkuit Mandalika, Rara telah bekerja jauh-jauh hari sejak tanggal 1 Maret. Total ia bekerja selama 21 hari untuk gelaran balap MotoGP Indonesia 2022. Itu artinya, ia menerima totalan bayarannya mencapai Rp 105 juta. Untuk jam kerjanya, ia lakukan sepanjang hari,  jadi perhari dibawayar Rp. 5 juta. 












Kegiatan Menghentikan atau emindahkan Hujan ini diapreasi positif terutama  oleh pihak MotorGP



By. Beberapa Sumber



Apa saja yang Unik dari Sirkuit Mandalika Lombok

Perlombaan MotoGP di sirkuit Mandalika hingga tanggal 20 Maret 2022 mendatang. Indonesia boleh berbangga, sebab Pertamina Mandalika International Street Circuit ini memiliki keunikan jika dibandingkan dengan arena sirkuit lainnya. 

Nama resmi dari lintasan khusus untuk beradu kencang balapan di Lombok adalah Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika.

Apa saja keunikan arena sirkuit Mandalika? 

Mengenalkan budaya Indonesia

Area run-off di lintasan balap Sirkuit Mandalika diberi motif batik tenun ikat khas Sasak (Lombok) untuk mengenalkan budaya Indonesia pada dunia. Motif batik ini dicat pada run-off tikungan ke-15 dan 16 dimana warna cat merah sebagai landasan utamanya dan cat putih digunakan untuk membentuk garis-garis motifnya.

 



Stone Mastic Asphalt (SMA)

Stone Mastic Asphalt (SMA)adalah teknologi campuran aspal terbaru yang digunakan di Sirkuit Mandalika. Aspal ini punya komponen dari agregat yang kasar untuk melapisi permukaan atas jalan beraspal, namun di dalamnya ada campuran bahan serat selulosa yang menghasilkan aspal dengan daya penetrasi tinggi. Sehingga jalanan punya skid resistance yang bikin pembalap motor nggak mudah tergelincir, bahkan dalam kondisi basah dan hujan sekalipun. Nggak cuma itu aja, lapisan aspal pun mengusung konsep stone by stone, yang menjadikan volume penggunaan aspal cenderung kecil.


Pembangunan yang diproduksi 100% produk asli Indonesia

Pembangunan fasilitas Pit Building di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika terbuat dari material yang diproduksi secara lokal, yaitu metode konstruksi modular. Bangunan terdiri dari garasi di lantai dasar, lantai dua tribun penonton dan VVIP dan lantai 3 untuk fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan dilakukan selama kurang lebih 1,5 bulan.



Konsep Street Circuit yang berbeda

Secara teknis, istilah street circuit merujuk kepada fungsi balapan yang lebih besar. Sederhananya, bila tidak ada balapan, sirkuit juga dapat berfungsi sebagai atraksi pariwisata. Orang-orang dapat menggunakan area di sekitar jalur utama untuk kegiatan rekreasi seperti berlari, jogging, atau sekedar menikmati pemandangan menakjubkan. Namun, jalur utama tetap terbatas bagi masyarakat umum.



Perkampungan Wisata 

Kampung yang dihuni suku asli Sasak itu berjarak sekitar 1,5 kilometer dari sirkuit yang menyelenggarakan MotoGP Indonesia. Kampung adat Sade merupakan salah satu desa wisata yang ada di Lombok Tengah, tepatnya di Desa Rembitan, Pujut.



Nama MANDALIKA

Belum banyak yang tahu jika nama Mandalika diambil dari nama putri cantik pasangan raja dan ratu bijaksana yang memimpin kerajaan di daerah setempat. 


Selain Modifikasi Cuaca atau TMC ada juga Pawang Hujan

Tidak banyak yang tahu jika gelaran MotoGP Mandalika 2022 bukan hanya menggunakan teknologi modifikasi cuaca atau TMC saja supaya cuaca cerah dan bersahabat untuk para rider tapi juga melibatkan pawang hujan. Panitia penyelenggara gelaran MotoGP Mandalika 2022 juga mengunakan jasa pawang hujan untuk mengusir cuaca buruk di Mandalika pada saat ajang balapan MotoGP dilakukan.


Pawang hujan tersebut melaksanakan ritual tradisional untuk mengusir cuaca buruk di Mandalika terutama pada saat acara utama MotoGP Mandalika 2022, Lombok. Pawang hujan yang dipekerjakan selama gelaran MotoGP Mandalika 2022 juga diminta untuk mengatur cuaca pada saat acara utama MotoGP pada tanggal 18-19 Maret 2022 agar suhu sirkuit nyaman untuk para pembalap (rider) termasuk memastikan suhu aspal tidak boleh sampai di atas 50° Celcius;


Sirkuit dengan Pemandangan Terindah

Sirkuit Mandalika merupakan salah satu sirkuit di dunia yang memiliki pemandangan indah dan menyerap dana pembangunan yang tidak sedikit. Pembuatan sirkuit ini melibatkan arsitek asal USA, Popuolus. Pada gelaran MotoGP Mandalika 2022, para rider akan bertarung sebanyak 27 lap dan setara dengan 4 balapan lainnya: MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, MotoGP San Marino di Misano, MotoGP Valencia di Ricardo Tormo dan MotoGP Australia di Philip Island. Pembalap juga akan balapan di lintasan aspal baru yang baru saja rampung sekitar tanggal 10 Maret 2022 kemarin;



2 Tribune untuk Dua Pembalap

Terdapat tribune khusus untuk dua pembalap yaitu untuk Marc Marquez dari Repsol Honda dan Maverick Vinales, Tim Aprilia. Penonton dari penggemar dua pembalap tersebut dapat memiliki kesempatan untuk memperoleh hadiah spesial dari rider kesayangannya. Selain itu, sirkuit Mandalika ini adalah satu dari dua sirkuit baru dalam kalender balap MotoGP 2022.



"Kearifan Lokal, cuma ada di Moto GP Indonesia" 




By. Beberapa Sumber